Trans Tips Edisi I - Tahun I,
Pemanfaatan Pupuk Urin Panen bisa 9,8 Ton

Satu gelas (250 cc) pupuk cair organik tadi, bisa dicampur air sebanyak 14 liter. Penyemprotan dilakukan setelah 7-10 hari setelah masa tanam. Lalu diulangi hingga 4 kali, sampai tanaman padi kelihatan berbuah. Setiap kali semprot diberi tenggang waktu (sela) 5-7 hari. Cara penyemprotannya, seperti semprot pada umumnya. Untuk lahan padi (sawah)
seluas 2000 meter persegi, Purwo hanya menggunakan 500 cc pupuk cair organik tadi untuk menyemprotnya. Dari masa tanam hingga panen, hanya perlu 4 kali semprotan (2000 cc). Namun Purwo juga mengingatkan, bahwa setelah padi terlihat berbuah, maka penyemprotan atau pemberian pupuk cair organik tadi harus dihentikan.
“Kalau sudah berbuah kok nekat disemprot, resikonya padi bakal gampang rontok, karena bias berpengaruh pada proses
pembuahan tadi,” jelas Purwo. Karena manfaat pupuk cair organik tadi bisa lebih menyuburkan tanaman padi, maka untuk jarak tanamnya harus lebih renggang (lebar) lagi, yakni antara 25-27 cm, dibanding yang biasanya, antara 20- 22 cm. Dikhawatirkan, kalau jaraknya terlalu dekat, dan tanaman padi menjadi lebih subur, sinar matahari tidak bisa masuk hingga ke bagian dalam tanaman. Purwo pun tak keberatan membagi ilmunya dalam memproduksi atau membuat pupuk cair organik dari air urine manusia ini. Caranyapun cukup mudah. Pertama-tama, siapkan bahanbahannya, yakni air urine sebanyak 5 liter, satu kaleng susu kental putih, 250 gram kunyit, satu ikat (1 kg) daun orok-orok atau kacang-kacangan beserta akarnya, 5 sendok teh penyedap rasa, 5 liter air cocopeat. “Caranya gampang. Kunyitnya diparut dan disaring, kemudian diambil airnya. Sedangkan daun orokoroknya (kacang-kacangan) beserta akarnya ditumbuk halus untuk diambil airnya. Barulah setelah itu, air kunyit dan air daun orok-orok tadi dicampur dengan urine, susu, serta penyedap rasa tadi, lalu aduk hingga rata,” jelas Purwo tentang cara pembuatannya. Barulah setelah tercampur, ramuan tadi dimasukkan ditempat, bisa ember atau lainnya dan ditutup rapat. Diamkan selama 7 hari, ditempat teduh dan sejuk. “Itu berfungsi sebagai fermentasi, agar semua komposisi campuran tadi menyatu. Hal itu ditandai dengan warna coklat kehitaman. Barulah setelah proses fermentasi itu selesai, pupuk cair organik tadi bisa digunakan,” lanjut Purwo, sambil menambahkan, karena dibuat dari air kencing, tentu aroma atau bau dari pupuk organik cair ini juga tak sedap. Jika melihat manfaat dan cara pengolahan, serta bahan yang mudah didapat tentang pupuk organik cair ini, tak ada salahnya
untuk mencoba. (Text dan Foto : Jhono)
Ingin mendapatkan liputan komplitnya, dapatkan {article Edisi - 1- Tahun I - 3 sd 16 April 2009}{title} {readmore:Lihat...}{/article}
Tersedia di bundle trans agro (edisi 1 sd 20) dengan bonus CD budidaya Belut
{module [18]}
Trans Tips - Edisi I
Menjijikan memang, tapi urin (air kencing) ternyata mampu menyuburkan tanah dan memberi nutrisi melebihi pupuk kimia. Begitulah pengakuan Purwo Budiyanto (50), seorang petani dari Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah. “Panen lebih melimpah, biaya lebih murah, hasil lebih berkualitas,” begitu tuturnya.
Air kencing atau urine yang dimaksud bisa air urine apa saja, baik itu hewan, semisal sapi, kerbau, atau kambing, bahkan urine manusia sekalipun. Menurut Purwo, setiap kotoran yang dihasilkan, baik hewan atau manusia, ternyata yang berbentuk cairlah yang paling banyak mengandung unsur N (Nitrogen) tinggi. Asal tahu saja, N ini merupakan unsur kimia paling dasar yang membuat tanaman subur. Bahkan pada kotoran berbentuk cair ini, juga ada unsur K (kaliumnya), meski tak sebanyak unsur N nya. “Itu bias terdeteksi dengan bau cairan (urine) yang terasa menyengat, dimana itu didominasi unsur N, dengan munculnya bau (amoniak),” ayah 2 anak ini pada Trans Agro.
Ternyata dari lahan seluas 1 hektar, bisa menghasilkan padi sebanyak 9,8 ton. Hal itu lebih banyak, jika dibanding menggunakan pupuk kimia atau non organik, dimana hasilnya untuk satu hektar hanya mencapi rata-rata 6 ton. Dari hasil itu, jelas sekali, ternyata penggunaan pupuk organik ini lebih optimal, bias mencapai 1,5 kali lipat dari hasil biasanya. Selain hasil yang nyata, tentu juga pada tanah tak terjadi kerusakan, yang bias menggangu kesuburan tanah. Dalam aplikasinya Purwo juga mencampurkan bahan-bahan lain ke dalam urin ini. Campuran itu berasal dari air cocopeat, yakni air dari serabut kelapa. Air cocopeat juga dipercaya mengandung unsur Kalsium yang tinggi. Selain air Cocopeat, dicampur juga dengan daun orok-orok. Daun ini banyak terdapat di ladang-ladang, atau persawahan. Kalaupun tidak menggunakan daun orok-orok, bisa menggunakan kacang-kacangan.
“Ini juga mengandung kadar N tinggi. Cirinya, pada akarnya itu ada bulatan-bulatan kecil. Contohnya pada kedelai,” jelas Purwo. Orok-orok memang salah satu keluarga tanaman kacangkacangan. Asal tahu saja, keluarga kacang-kacangan ini memang terkenal dengan kemampuannya menyuburkan tanah.
Selain itu, perlu campuran penyedap rasa makanan. Fungsinya, menurut Purwo, berfungsi sebagai zat perangsang, agar semua unsur dalam komposisi tadi bisa terserap ke tanaman. “Kami juga menggunakan
kunyit sebagai campuran. Fungsi kunyit sendiri, sebagai penetralisir bakteri pada urine itu,” terang Purwo pada Trans Agro. Karena dalam urin tadi terdapat bermacam-macam bakteri. Bisa menguntungkan ataupun bakteri merugikan. Terakhir, Purwo menggunakan susu kental manis yang berwarna putih. Fungsi susu itu sendiri, menurutnya, sebagai pelengkap, agar pertumbuhan tanaman lebih maksimal. Menurutnya, komposisi tadi mempunyai banyak manfaat, diantaranya sebagai penyubur tanaman, perangsang bunga, hingga mempercepat menumbuhkan biji dan buah, serta sebagai pencegah munculnya hama. “Tiap bahan campuran memang punya fungsi sendirisendiri,” paparnya. “Ada penyubur, perangsang tumbuh bunga dan buah, juga pencegah munculnya hama. Itu diwakili dari Urine, cocopeat, serta kunyit itu sendiri. Nah, sebagai pelengkapnya, kan ada susu.”

Nyala semakin terang, Semakin subur
Tingkat kesuburan unsur tertentu ternyata bisa diketahui lewat kemampuannya menghantarkan listrik. Begitulah kata Purwo mengenai apa yang dilakukannya. “Satu unsur kalau bisa menjadi penghantar listrik yang baik, biasanya mengandung nutrisi yang baik,” jelasnya. “Terutama unsur P dan K nya.” Bagaimana mengetahuinya? Melalui alat tester sederhana yang dibuatnya, segera akan diketahui. “Intinya kalau lampu listrik yang kabelnya dilewatkan cairan unsur tadi menyala bagus, berarti kemungkinan besar mengandung nutrisi yang bagus.” Begitulah yang biasa dilakukan lelaki ini.
Bukan berhenti disitu saja, setelah dites dengan alat listrik sederhana, Purwo pun kemudian mencoba mengaplikasikannya.
“Pada awalnya, saya mencobanya pada tanaman hiasyang ada di depan rumah.
Hasilnya sangat luar biasa. Cepat besar, daunnya terlihat hijau, tidak ada penyakit, cepat berbunga. Akhirnya hal itu saya terapkan di padi. Hasilnya? Juga luar biasa.” Begitu juga pada jenis-jenis tanaman lain. Karena berfungsi sebagai penyubur, mempercepat bunga, serta mengantisipasi munculnya hama, maka pada penggunananya, cukup dengan cara disemprotkan ke daun tanaman. Khusus pada padi, bias digunakan 5-7 hari setelah masa tanam, dan bisa diulangi tiap 7- 10 hari sekali. Hal itu bisa diulang hingga 4
kali, sebelum masa keluar buah. Penggunaan itu bisa dihentikan, jika kondisi tanaman padi terlihat sangat subur, yang ditandai dengan hijaunya daun, serta munculnya banyak anakan. Purwo menjamin, dengan formulasinya tersebut tanaman padi menjadi lebih tahan terhadap hama penyakit. Jadi tidak diperlukan lagi adanya pestisida, yang bisa menambah biaya dan merusak lingkungan.
“Pada padi, pertumbuhannya terlihat cepat. Dari satu rumpun, paling tidak bisa menghasilkan 40 anakan, dimana, separuhnya lebih, merupakan anakan yang produktif dan menghasilkan biji padi. Masa panennya juga terlihat lebih cepat beberapa hari jika dibanding menggunakan pupuk non organik. Jika dimakanpun,
nasinya menjadi manis, pulen, serta berwarna putih cerah,” terang Purwo, yang sudah bertahun-tahun menggunakan pupuk cair organik olahannya itu. Beras yang diproduksi dengan bahan alami inipun di pasaran harganya lebih tinggi. Ada beberapa toko yang secara khusus menjual pangan organic ini. Misalnya Sahani di Yogyakarta.

“Konsumen kami adalah konsumen sadar, jadi mereka membeli kualitas dan kesehatan,” Imam, manajer Sahani pada TRANS AGRO . “Meski harga sedikit mahal, tapi soal kualitas jauh dari beras umumnya.” (Text dan Foto : Jhono)
Teknik penerapan...
{article Pemanfaatan Pupuk Urin "Begini Teknik Penerapannya"}{title} {readmore}{/article}
Ingin mendapatkan liputan komplitnya, dapatkan {article Edisi - 1- Tahun I - 3 sd 16 April 2009}{title} {readmore:Lihat...}{/article}
Tersedia di bundle trans agro (edisi 1 sd 20) dengan bonus CD budidaya Belut
{module [18]}